Truth 3 Juli 2009 “Kebebasan yang Membelenggu”

Mind Map Kebebasan yg Membelenggu

Mind Map Kebebasan yg Membelenggu

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Proses mengalihkan diri dari hamba kuasa kegelapan menjadi hamba Tuhan bukan sesuatu yang mudah. Orang yang menganggapnya mudah pasti tidak memahami fenomena ini, sebab ia tidak pernah mengalami dan tidak pernah bergumul untuk keluar dari cengkeraman kuasa kegelapan ke dalam cengkeraman kendali kuasa Roh Kudus.

Selama ini dikesankan oleh banyak pengkhotbah, bahwa setelah Tuhan Yesus membebaskan kita dari cengkeraman Iblis, berarti semua sudah selesai. Sekarang kita sudah bebas, semua beban kehidupan sudah terlepas. Tidak perlu bersusah-susah lagi, mari kita rayakan dengan puji-pujian saja. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Setelah Tuhan  membebaskan kita, kita masuk dalam pergumulan baru, yaitu pergumulan untuk masuk dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.

Ini adalah pergumulan hidup wajar atau normal yang harus dialami setiap orang percaya – normal tetapi sukar. Bila seseorang keluar dari dari cengkeraman kuasa kegelapan, maka ia harus masuk ke dalam cengkeraman kuasa Tuhan; kalau seseorang keluar dari belenggu Iblis, maka ia harus masuk ke dalam cengkeraman Tuhan. Ini bukan sesuatu yang sederhana dan mudah, sebab orang yang sudah terbiasa hidup dalam cengkeraman, belenggu dan penjara setan, maka sulit sekali untuk masuk dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.

Ilustrasinya, bagi seorang remaja atau pemuda yang biasa hidup bebas di luar rumah dan tidak dikontrol oleh orang tua, betapa sulitnya menjadi anak manis yang betah tinggal di rumah. Kebebasan melakukan apa saja, suka-suka sendiri merupakan belenggu yang membuat seseorang tidak bisa dikendalikan atau diatur lagi oleh orang lain. Jadi hidup di dalam kebebasan yang salah yang dimiliki seseorang bisa merupakan belenggu. Orang yang terlalu lama hidup di luar kehendak Tuhan dan hidup suka-suka sendiri akan sulit untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.

Setelah Tuhan Yesus menebus dan memerdekakan kita, kita harus mengisi kemerdekaan itu untuk membiasakan diri hidup dalam belenggu Tuhan. Hidup dalam belenggu Tuhan artinya hidup dalam kendali atau penguasaanNya. Inilah yang dimaksud dengan tawanan Roh (kisah 20:22). Menjadi tawanan Roh seperti Paulus adalah ciri dari kehidupan orang percaya yang benar-benar bebas dari penjara iblis. Selama seseorang belum menjadi tawanan Tuhan, masih akan sangat gampang masuk dalam penjara setan. Oleh sebab itu pengiringan kepada Tuhan adalah usaha untuk menjadi terbiasa hidup dalam cengkeraman, belenggu dan penjara Tuhan.


9 Responses to “Truth 3 Juli 2009 “Kebebasan yang Membelenggu””

  • Peters M. Sofyan:

    Setelah kita bebas dari tawanan/ikatan iblis, kita pindah ke cengkraman/pengendalian Roh Kudus (Kisah : 20:22) seperti paparan diatas. Saya sependapat dengan penjelasan itu. Tapi, saya dengar langsung khotbah Pak Eras di Lamonte hr Minggu lalu, beliau jelas mengatakan hanya Dwi Tunggal, beliau tidak menyebutkan Roh Kudus sama sekali. Bagaimana dengan konsep Trinitas yg selama ini saya/banyak org Kristen fahami? Saya punya persepsi (bisa salah), saat saya berusaha masuk ke dalam KESADARAN yang paling dalam, dengan usaha yg keras (dg susah), beberapa saat sy berhasil masuk dalam KESADARAN yg melampaui PIKIRAN itu, saya merasakan kedamaian dan dapat mengontrol pikiran sy yg liar itu. Saya berkesimpulan bhw KESADARAN itulah yg disebut2 oleh kita sbg Roh Kudus….

    Benar sekali, diatas dikatakan perlu usaha keras utk terus bisa menghadirkan Roh Kudus, artinya bagaimana setiap saat kita bisa berada dalam KESADARAN sehingga setiap saat pula kita dapat hidup menurut kehendak TUHAN….

  • Christian:

    Pak Sofyan, mohon hati-hati dalam mengambil kesimpulan, karena kesadaran kita, bagaimanapun juga merupakan bagian dari kemanusiaan kita. Sedangkan Roh Kudus adalah Roh Tuhan. Kedamaian yang kita rasakan dalam ketenangan (kebetulan saya pernah beberapa kali mengikuti workshop hypnotherapy) adalah kedamaian karena kita menghentikan pikiran kita. Sedangkan kuasa Roh Kudus dapat berkarya, kedamaianNya dapat tetap kita rasakan sekalipun kita dalam keadaan sangat aktif. Saya pernah menyampaikan mengenai “kontemplasi” saat kita berdialog di gereja. Dengan kontemplasi ini (kemungkinan – saya harus memperdalamnya lagi) kita tetap kontak dengan Tuhan / karya Roh Kudus kita rasakan sekalipun di tengah hiruk pikuknya lingkungan sekitar kita.
    Bapak perlu secara lengkap mendengar dari gembala kita mengenai hal ini.

    GBU.

  • Peters M. Sofyan:

    Benar, Pak. Saya juga hrs berhati-hati dalam menyikapi semua hal yg masih saya pertanyakan.
    Lalu apa bedanya kontemplasi, hypnoterphy, semedi, saat teduh, stillness, bliss? Bukankah itu semua pada prinsipnya sama secara hakikat tp beda dalam bentuk/praktek?
    Dalam buku itupun dikatakan bhw dalam KESADARAN penuh setiap saat itu sulit dan perlu terus dicoba. Paling tidak merupakan prestasi jika kita sdh bisa mengendalikan pikiran dan emosi kita yg liar itu pada saat menghadapi masalah….

    Saya berpersepsi lagi (bisa salah) bhw kekuatan untuk mengakses KESADARAN itu adalah bukan kekuatan kita sebagai manusia, tapi ada kekuatan lain, yaitu DIA–Causa Prima (Penyebab Utama) yg memberikan power utk tetap sadar…..

    Lalu bgmn dengan pertanyaan saya diatas ttg ROH KUDUS itu sendiri? Mengapa pak Eras hanya mengatakan Dwitunggal, bukan Tritunggal. Masalah ini sangat krusial bagi saya sekarang2 ini…

    Trima ksh, pak Bpk sdh mereponnya.
    GBU.

  • Christian:

    Pak Sofyan, saya yakin minggu lalu Pak Eras hanya sedang membahas mengenai keberadaan Allah Bapa dan Tuhan Yesus, karena Dwi Tunggal ini yang paling sering menjadi sasaran serangan dari ajaran lain dan seringkali membingungkan dalam menjelaskannya. Sedangkan ROH KUDUS memang saat itu tidak dibahas, karena sangat jelas keberadaan ROH KUDUS adalah untuk menggantikan Tuhan Yesus yang sudah terangkat ke sorga (sekalipun sejak awal Roh Kudus ini juga sudah ada – bisa Bapak lihat di Matius 1:18,20) agar kita mempunyai Penolong yang membimbing kita dalam pengenalan akan Tuhan (Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya).
    Satu hal lagi yang sangat penting. Roh Kudus tidak mungkin hadir di dalam diri orang yg tidak mengenal Tuhan Yesus (Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”). Oleh karena itu, mengakses “kesadaran” itu sebenarnya hanyalah mengakses “diri sendiri” bukan mengakses bagian luar diri kita apalagi Tuhan.
    Mudah-mudahan sedikit membantu. Besok di La Monte dilayani Pak Bigman, Silakan Bapak bertanya lebih jauh.

    Terima kasih Pak.
    GBU.

  • Peters M. Sofyan:

    Thanks Pak,

    Sedikit menggelitik….Bukannya dalam diri setiap manusia ada Roh Tuhan? Roh Kehidupan? Bukannya Roh itu sdh ada di kita sejak penciptaan awal? Karena yg jadi masalah kita tdk bisa/sulit mengaksesnya sehingga Roh itu sendiri dapat menguasai kita/ego kita.

    Baik. Mungkin Bapak bisa tanyakan ke Pak Bigman….
    Saya kurang spesifik jika bertanya dalam verbal….

    GBU,
    PMS

  • Pak Sofyan,
    Tuhan menciptakan manusia dan memberinya roh. Dengan roh itu, manusia bisa hidup. Yang diberikan bukanlah Roh Tuhan. Tetapi Roh Tuhan pernah juga tinggal di dalam manusia (Kejadian 6:3 Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”), akhirnya Roh Tuhan meninggalkan manusia (pada jaman itu), tapi manusia tetap hidup karena memiliki roh manusia sendiri. Dalam kisah Raja Saul juga disebutkan juga Roh Tuhan meninggalkan Saul tapi dia tetap hidup (I Samuel 16:14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul), artinya roh Saul sendiri masih tetap ada.

    Mudah-mudahan cukup menjawab.
    Tks Pak.
    GBU

  • Peters M. Sofyan:

    Trm ksh, Pak.

    Kalau boleh saya tau apa pengertian firman yg ada dalam 1 Yohanes 3:24 ? 1 Yohanes 4:1-21?, Yudas 1 : 20 ? dan 1 Petrus 1 :13-17?

    Trm ksh.
    GBU
    PMS

  • Christian:

    Pak Sofyan,
    Menurut saya, 2 yang pertama penekanannya pada persekutuan kita dengan Tuhan. Kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Kalau kita tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan, maka kita sendirian, sebab Tuhan tidak akan tinggal di dalam hati orang yang tidak mengasihi Dia.

    Yang lainnya nyusul ya Pak.

    Tks.

  • Peters M. Sofyan:

    Terima kasih, Pak.

    GBU
    PMS

Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email