Truth 1 Agustus 2009 “Egoiskah Tuhan?”

Mind Map Egoiskah Tuhan

Mind Map Egoiskah Tuhan

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Judul ini mungkin dicurigai, bahkan dianggap salah, kalau tidak dijelaskan secara lengkap dan benar. Pernyataan “Tuhan membela pekerjaan-Nya sendiri” mengesankan Ia egois dan tidak memiliki kasih kepada manusia. Sebenarnya tidaklah demikian. Harus diingat bahwa Tuhan tidak memiliki “sesama”, sebab tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Dia. Ia Maha Esa. Manusia bukanlah sesama-Nya, tetapi hasil ciptaan-Nya. Firman Tuhan tegas berkata bahwa “segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia dan, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Rm. 11:36). Ini menegaskan bahwa tidak ada yang berhak memperoleh segala kehormatan dan kemuliaan selain Tuhan. Segala sesuatu dari Tuhan, dikerjakan oleh Tuhan dan dipersembahkan bagi Tuhan. Ini berarti bahwa Tuhan membela diri-Nya sendiri.

Dengan demikian, bisakah Tuhan dipandang sebagai egois? Untuk itu harus dijawab dulu, apakah egois itu? Egois berarti mengusahakan segala sesuatu hanya untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri, dan biasanya mengorbankan orang lain atau sesamanya. Kalau Tuhan melakukan segala sesuatu hanya untuk diri-Nya sendiri, tidaklah dapat dikatakan egois, sebab memang Dialah Sang Pemilik Tunggal kehidupan ini, dengan segala yang ada didalamnya. Hanya Dia yang berhak atas segala sesuatu dan tidak ada pihak manapun yang dapat mengklaim sebagai pemilik atau yang berhak menguasai dan menikmatinya. Jadi Ia tidak egois. Sebagai Pribadi, tentu Ia juga memiliki hasrat untuk berkarya dan menikmati hasil karya-Nya. Jangan berpikir bahwa Tuhan tidak memiliki cita rasa untuk menikmati sesuatu. Ia memiliki cita rasa terhadap sesuatu, bahkan menikmati diri-Nya Sendiri yang Mahasempurna. Jika Ia tidak memiliki cita rasa dan menikmati ciptaan-Nya, maka Tuhan tidak dapat memandang bahwa hasil ciptaan-Nya sungguh amat baik (Kej. 1:31).

Sebagai Sang Pencipta dan Sang Pemilik, Tuhan berhak memiliki segala sesuatu dan mengusai semuanya bagi diri-Nya sendiri. Kalau ada yang merasa terganggu dengan realita ini, harus dipertanyakan, siapakah dia ini? Pasti dia oknum yang sombong dan tidak tahu diri. Semua makhluk tidak memiliki hak hidup untuk dirinya sendiri, tetapi hidup bagi Penciptanya. Kesalahan yang menjatuhkan penghulu malaikat yang kemudian menjadi Lucifer adalah hasrat untuk hidup bagi dirinya sendiri. Ia merasa berhak memiliki kehormatan. Ia lupa bahwa dirinya diciptakan oleh Tuhan untuk melayani Tuhan tanpa syarat: maksudnya, tidak ada tujuan lain dalam kehidupan makhluk ciptaan selain memuliakan Tuhan.


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email