Truth 12 Agustus 2009 “Adakah Tuhan di Tengah Kita?”

Mind Map Adakah Tuhan di tengah Kita?

Mind Map Adakah Tuhan di tengah Kita?

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Mencobai Tuhan berarti meragukan penyertaan dan perlindungan-Nya. Ini terjadi pada bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke Kanaan, mereka marah karena Tuhan membawa mereka ke tempat dimana tidak tersedia air untuk diminum. Mereka bersungut-sungut, “Adakah TUHAN ditengah-tengah kita atau tidak?” (Kel. 17:7). Persungut-sungutan seperti ini juga kadang-kadang terjadi dalam kehidupan kita, biasanya ketika kita ada dalam satu situasi yang tidak kita harapkan terjadi. Apalagi kalau kita sudah berdoa, tetapi keadaannya tidak seperti yang kita harapkan. Misalnya, kita sudah berdoa untuk suatu usaha bisnis, tetapi bisnis tidak maju, malahan bermasalah; sudah berdoa untuk suatu perjalanan menuju tempat tertentu, tetapi ternyata dalam perjalanan ada masalah. Hal-hal seperti ini akan membuat seseorang meragukan kasih dan perlindungan Tuhan, serta berpikir apakah Tuhan menyertai atau tidak.

Kalau Tuhan yang memerintahkan bangsa Israel meninggalkan Mesir untuk melangkah menuju Kanaan, pasti Tuhan menyertai mereka. Keadaan paling burukpun merupakan kebaikan yang diterima oleh umat-Nya. Keadaan-keadaan sulit yang dialami bangsa itu merupakan pelatihan yang dilakukan Tuhan agar mereka siap menjadi bangsa yang beradab, bangsa yang kuat dan besar. Sebelumnya mereka adalah bangsa yang diperbudak selama ratusan tahun -kurang lebih 430 tahun – di Mesir. Sudah beberapa generasi mereka hidup sebagai bangsa yang tertindas dibawah tekanan bangsa lain. Bagaimana mereka bisa mengelola “tanah perjanjian” yang akan mereka terima untuk dikelola?

Seharusnya bangsa itu yakin bahwa Tuhan tidak mungkin meninggalkan mereka. Tuhan adalah Allah yang setia (Ul. 7:9; 32:4; Maz. 31:6). Mereka harus berpikir bahwa perjalanan itu adalah misi Tuhan. Hidup mereka mengemban misi Tuhan. Kalau mereka mengemban misi Tuhan, maka Ia pasti membela. Demikian pula dengan kehidupan kita. Kalau kita hidup dalam misi Tuhan, dan hidup dalam pelatihan untuk dipersiapkan masuk kerajaan-Nya, pasti Tuhan menyertai. Persiapan itu adalah proses kita didewasakan Tuhan, sehingga kita memiliki sikap hidup yang mampu menerjemahkan perilaku, dimana seluruh kegiatan hidup kita adalah pelayanan bagi-Nya. Masalahnya adalah, sudahkah kita hidup dalam misi Tuhan ini, atau masihkah kita hidup dalam misi kita sendiri? Kalau kita hidup dalam misi kita sendiri, niscaya kita cenderung meragukan penyertaan Tuhan. Orang yang hidup dalam misi Tuhan tidak perlu memohon-mohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Tuhan, sebab Tuhan pasti sudah menyertai-Nya.


Comments are closed.

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email