Truth 12 Juli 2009 “Hamba Tuhan Bisa Salah”

Mind Map Hamba Tuhan Bisa Salah

Mind Map Hamba Tuhan Bisa Salah

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Ketika Rasul Paulus mengatakan bahwa bila dirinya atau malaikat dari surga memberitakan Injil yang berbeda dengan Injil yang diberitakan Tuhan Yesus atau Injil yang orisinal, maka “terkutuklah dia”. Dalam Gal. 1:8-9, pernyataan itu diulang-ulang. Dalam teks bahasa Inggris NIV diterjemahkan “terkutuklah dia selamanya” (let him be eternally condemned). Pernyataan ini harus ditangkap sebagai pesan yang sangat penting.

Paulus ingin mengaskan dua hal. Pertama, seoang hamba Tuhan seperti Paulus bisa berubah dan salah mengajar. Disini kita menangkap kejujuran Paulus. Walaupun ia seorang hamba Tuhan yang sangat besar dengan segudang pengalaman rohani yang hebat, tetapi ia tetap mengakui kemanusiaanya dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Ini menjadi pelajaran yang berharga untuk hamba-hamba Tuhan dewasa ini, jangan merasa sudah begitu hebat sampai lupa bahwa kita tetap manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Kedua, orang percaya tidak boleh terkesima dengan pembicara yang mengatasnamakan Tuhan saat menyampaikan Firman Tuhan, tetapi perhatikan isinya. Isi pemberitaan Firman dapat menjadi ukuran, hamba Tuhan macam apakah dia. Seorang pendeta besar atau seorang yang dianggap diurapi Tuhan dan berprestasi dalam pelayanan bukan jaminan dirinya selalu mengajarkan kebenaran Alkitab yang murni. Kalau seorang rasul hebat seperti Paulus masih mempertimbangkan kemungkinan dirinya bisa salah, apalagi dengan banyak pemberita Firman hari ini.

Paulus berkata kepada Timotius, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu” (1Tim. 4:16). Ini menunjukkan bahwa seorang pengajar harus memperhatikan tidak hanya hidup kerohanian dan kedewasaan imannya tetapi juga apa yang diajarkan kepada umat. Ada keterkaitan antara tingkat kerohanian dan apa yang diajarkan. Kalau hidup kerohanian seorang anak Tuhan tidak beres, maka pemberitaan Firman yang disampaikan juga pasti tidak beres. Dalam hal ini, pemberitaan Firman yang disampaikan seseorang bisa menunjukkan bagaimana pembicaranya. Kita yang menjadi pembicara harus selalu bertumbuh dalam pengenalan akan kebenaran dan dalam kedewasaan rohani. Kalau berhenti bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, tidak bertumbuh dewasa dan tidak semakin memperagakan pikiran Kristus, maka pengajarannya pasti meleset, tidak sepikiran dengan kebenaran Alkitab. Dalam hal ini kita mengerti mengapa Yakobus menasihati kita agar tidak berambisi menjadi guru (Yak. 3:1), sebab guru dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Tanggung jawab seorang pengajar sungguh sangat besar.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email