Truth 13 Agustus 2009 “Tidak Perlu Perantara”

Mind Map Tidak Perlu Perantara

Mind Map Tidak Perlu Perantara

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Keraguan terhadap kasih Tuhan sering diakibatkan dan ditunjukkan oleh kebutuhan atas perantara bagi manusia untuk menjangkau Tuhan. Budaya ini merupakan budaya agama-agama pada umumnya, dan juga pada praktik perdukunan. Hal ini tidak boleh dikembangkan dalam kehidupan orang percaya. Pelayanan gereja harus menghindarkan dan membasmi sama sekali budaya seperti ini dalam kehidupan jemaat yang dilayaninya, bukannya malah melestarikannya dan memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi atau lembaga organisasi. Ini tidak mudah, tetapi kalau usaha ini telah dilakukan, pasti akan tampak hasilnya, yaitu dilahirkannya orang-orang Kristen yang bisa berjalan dengan Tuhan, mandiri tanpa membutuhkan manusia lain sebagai perantaranya.

Di Indonesia praktik seperti ini sangat subur. Banyak orang Kristen di Indonesia sudah terbiasa dengan pola berpikir yang salah ini, terutama mereka yang dahulu berasal dari agama non-Kristen. Pola berpikir yang salah ini sudah mengakar begitu kuatnya, sehingga tidak mudah dilepaskan atau dihilangkan. Ciri-ciri pola berpikir yang salah ini tampak dalam sikap berlebihan jemaat atau orang awam dalam menghargai seorang hamba Tuhan. Kadang-kadang seorang hamba Tuhan atau pendeta dianggap “setengah dewa” atau “malaikat”. Penghargaan yang berlebihan ini dapat membangun kultus individu. Pengultusan terhadap seorang tokoh yang dapat menjadi perantara antara umat dan sesembahannya merupakan hal yang biasa terdapat dalam agama-agama dan praktik perdukunan; tetapi pengultusan terhadap hamba Tuhan atau seorang pendeta akan melukai hati Tuhan. Seharusnya penghargaan kepada hamba-hamba Tuhan harus secara proporsional saja.

Yang harus dikembangkan adalah kebiasaan menjangkau Tuhan tanpa perantara manusia. Setiap individu harus belajar menemukan Tuhan. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa satu-satunya yang diutus untuk menjangkau manusia sehingga manusia bisa mengenal Bapa dan bersekutu dengan Bapa adalah Yesus Kristus sendiri. (Yoh. 17:3). Ialah Perantara satu-satunya antara Allah dan manusia (Ibr. 7:25; 8:6; 12;24)

Memang, bagi orang-orang Kristen baru, perlu mentor atau pembimbing yang menuntun mereka kepada Tuhan guna mengenal dan dapat bersekutu dengan Tuhan, tetapi selanjutnya setiap individu harus mampu bergaul dengan Tuhan tanpa mentor dan pembinanya lagi. Walau tentu pembinaan itu harus berlangsung terus sampai kepada kedewasaan, tetapi seseorang tidak bergantung mutlak terus-menerus kepada mentor atau pembinanya tersebut.


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email