Truth 14 Juli 2009 “Bukan Berkenan Kepada Manusia”

Mind Map Bukan Berkenan Kepada Manusia

Mind Map Bukan Berkenan Kepada Manusia

Jadi bagaimana sekarang; adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?. Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. (Gal. 1:10)

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Tidak bisa dibantah, melalui pernyataan Paulus ini dapat kita petik beberapa pelajaran rohani. Pertama, Paulus mengalami pergumulan, apakah mau memperkenankan hati manusia atau hati Tuhan. Saudara yang telah melayani pekerjaan Tuhan sepenuh waktu di gereja, khususnya pemberita Firman atau pengkhotbah, dapat merasakan pergumulan ini. Didesak oleh perasaan tidak ingin melukai perasaan orang lain atau menyenangkan manusia dan desakan untuk memberitakan Firman Tuhan yang murni, yang bisa melukai manusia. Apalagi yang dihadapi adalah orang-orang terhormat yang berpangkat, kaya dan mereka yang merasa dirinya tidak perlu diajar lagi. Ini pergumulan yang benar-benar berat. Faktanya tidak sedikit hamba Tuhan yang gagal dan jatuh, sehingga melakukan kompromi. Kalau hidup seorang hamba Tuhan tidak biasa bergantung kepada Tuhan, tetapi keuangannya bergantung kepada manusia sementara standar hidupnya telah dipatok dunia – harus naik mobil, baju mahal, makan di restoran mewah dan keuangan cukup – maka sulitlah ia menjadi hamba Tuhan yang diperkenan Tuhan. Ia akan berkompromi dengan mengurangi ketajaman Firman Tuhan demi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Ini berarti ia berkhianat terhadap Tuhan dan menjual kebenaran.

Kebenaran kedua, Injil yang murni adalah berita yang tidak menyenangkan bagi manusia. Ini seperti nasehat orang tua kepada anak-anak yang sudah terbiasa hidup suka-suka sendiri. Kalau biasa pulang tengah malam bahkan dini hari, jika sekarang diharuskan pulang jam sembilan malam, pasti tidak menyenangkan. Kalau seorang anak biasa pacaran sebelum waktunya seperti teman-temannya, jika kemudian orang tua melarangnya pacaran, ini sesuatu yang tidak menyenangkan.

Tuhan mengangkat kita dari kubangan dosa dan cara hidup yang salah. Setelah menjadi anak Tuhan, kita dididik untuk menjadi anak-anak yang santun dan beradab sesuai dengan hukum Kerajaan Surga. Cara hidup yang lama yang sudah menjadi kebiasaan tidak mudah ditanggalkan dalam sekejap. Hanya kita yang serius mau menjadi anak-anak Tuhan yang berkenan, pelatihan untuk berubah dari cara hidup yang salah ke dalam cara hidup yang baru merupakan hal yang menyenangkan, walaupun berat.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email