Truth 15 Agustus 2009 “Apakah Tuhan Diskriminatif?”

Mind Map Apakah Tuhan Diskriminatif

Mind Map Apakah Tuhan Diskriminatif

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Pemahaman yang salah bahwa seseorang membutuhkan orang lain sebagai perantaranya dengan Tuhan membangun tuduhan terhadap Tuhan, seolah-olah Ia bersikap diskriminatif. Terdapat pemikiran bahwa ada orang-orang tertentu yang diberi karunia khusus oleh Tuhan sebagai perantara antara Tuhan dan manusia. Kesan seperti ini sering dibangun oleh mereka yang memang membutuhkan legitimasi dari umat agar diakui sebagai perantara dengan Tuhan. Beberapa faktor yang diyakini oleh banyak orang yang membuat seseorang bisa menjadi perantara antara manusia dan Allah antara lain: bawaan dari lahir atau karunia sejak dalam kandungan; lulus sekolah Alkitab; hamba Tuhan sepenuh waktu (full timer) atau berani menjadi full timer. Dalam hal ini, sering kita mendengar orang memberi kesaksian mengenai jam doanya yang panjang, pengalaman pribadi dengan Tuhan seperti diangkat ke surga, bertemu Tuhan, dan lain sebagainya. Orang-orang yang berpikir bahwa untuk menjangkau Tuhan harus melalui perantara yang memilki karunia khusus akan merasa bahwa dirinya memang tidak memiliki kesempatan untuk mengenal Tuhan secara berlimpah.

Sudah saatnya anak-anak Tuhan mandiri bersama dengan Tuhan tanpa perantara siapapun. Hamba Tuhan menuntun jemaat mengenal kebenaran. Selanjutnya setiap orang harus menemukan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kesempatan yang diberikan kepada setiap kita terbatas. Setelah kita menutup mata, tidak akan ada lagi kesempatan untuk menemukan Tuhan (Yes. 55:6). Jangan sampai kita merasa dikenal oleh Tuhan, padahal kita tidak pernah mengenal-Nya, karena selama ini selalu melalui perantara (Mat. 7:21-23).

Pertemuan dengan Tuhan pasti akan mengubah watak, karakter dan segala kebiasaan hidup yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Jadi kalau ada orang-orang yang rajin ke gereja tetapi tidak mengalami perubahan karakter, itu berarti ia tidak mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara benar. Kalau kita termasuk kelompok ini, kita harus bertobat. Mari kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita, pasti kita akan menemukan-Nya (Mzm. 105:4, Zef. 2:3).

Kalau seseorang selalu membutuhkan manusia lain sebagai perantaranya, maka akan terjadi dominasi seseorang terhadap yang lain, atau sebuah praktik perbudakan dan penguasaan terhadap sesamanya. Hal ini juga akan membuat pertumbuhan iman orang percaya terhambat. Kalau hamba Tuhan yang mendominasi tersebut tidak mengenal kebenaran, maka yang terjadi adalah pembinasaan terhadap orang-orang tulus yang sebenarnya mau mencari Tuhan.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email