Truth 15 Juli 2009 “Ketika Yohanes Pembaptis ragu-ragu”

Mind Map Ketika Yohanes Pembaptis Ragu-ragu

Mind Map Ketika Yohanes Pembaptis Ragu-ragu

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Dalam Mat. 11:1-6, dikisahkan Yohanes Pembaptis yang meragukan kemesiasan Yesus, sehingga ia menyuruh murid-muridnya untuk bertanya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”. Ini cukup mengejutkan dan membingungkan. Bukankah Yohanes sendiri yang mengatakan Yesus ialah Anak Domba Allah yang menebus dosa dunia? (Yoh. 1:29) Yohanes sendiri mengatakan bahwa ia tidak layak membuka tali kasut-Nya, merasa tidak layak membaptis Yesus. Ia melihat Roh Kudus hinggap pada Tuhan Yesus seperti burung merpati ketika ia membaptis Yesus di sungai Yordan. Ia juga mendengar suara dari Surga sebagai peneguhan untuk dirinya. (Mat. 3:11-17). Pertanyaannya adalah, mengapa Yohanes Pembaptis menjadi kecewa dan nyaris menolak Yesus? Jawaban yang paling logis adalah : pertama, Yohanes mengamati bahwa cara pelayanan Tuhan Yesus tidak seperti yang dibayangkannya; konsepnya berbeda. Kedua, sementara ia dipenjara, Tuhan Yesus tidak menunjukkan perhatian-Nya; seolah-olah tidak mempedulikannya sama sekali.

Disini pelajaran yang kita peroleh adalah bahwa mengaku Yesus sebagai yang berasal dari Atas, atau bahwa Dia adalah Mesias belum cukup; tetapi harus disertai pengertian dan penerimaan terhadap bagaimana cara Tuhan bekerja. Pelajaran yang sangat berharga dapat kita peroleh melalui peristiwa ketika Tuhan Yesus masuk kota Yerusalem sebelum peristiwa penyaliban-Nya. (Mat. 21:7-11). Orang-orang menyambutnya dengan sangat antusias dan menghormati-Nya. Baju-bajupun dihamparkan di jalan dimana keledai yang ditunggangi Tuhan Yesus akan lewat. Walaupun mereka mengakui bahwa Yesus datang dari Allah yang oleh karenanya mereka berkata “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan”, tetapi mereka tidak mengerti cara Tuhan bekerja. Mereka melakukan penyambutan yang begitu megah karena percaya bahwa Yesus adalah Penyelamat mereka. Tetapi mereka tidak tahu bagaimana bentuk penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan. Akibatnya sangt tragis, dari bibir yang berseru “Hosana” (artinya: “Selamatkan kami Tuhan”, Mzm. 118:25) berubah menjadi “salibkan Dia !”.

Ini bisa juga terjadi atas kehidupan orang-orang Kristen hari ini yang hanya mengaku dan setuju bahwa Tuhan Yesus adalah Juru Selamat, tetapi tidak mengerti penyelamatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Seperti orang-orang Yahudi yang salah persepsi terhadap konsep penyelamatan Tuhan Yesus, terdapat orang-orang Kristen yang salah persepsi tentang keselamatan dalam Yesus Kristus. Salah konsep ini dapat berujung pada pengkhianatan terhadap Tuhan.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email