Truth 16 Agustus 2009 “Apakah Pelayanan Butuh Legitimasi?”

Mind Map Apakah Pelayanan Butuh Legitimasi

Mind Map Apakah Pelayanan Butuh Legitimasi

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Setelah melayani pekerjaan puluhan tahun, barulah saya menyadari benar apa yang dimaksud dengan pelayanan itu. Pada dasarnya yang saya pahami mengenai pelayanan selama ini adalah apa yang saya lihat dari para pejabat gereja, aktivisnya dan pendidikan teologia yang saya pelajari di sekolah tinggi teologia. Pengertian saya dulu mengenai pelayanan adalah kegiatan disekitar gereja yang dilakukan oleh mereka yang memiliki legitimasi (pengesahan) untuk pelayanan yaitu pejabat gereja dan yang lulus dari sekolah Alkitab. Konsep saya mengenai pekerjaan pelayanan antara lain, khotbah, memimpin puji-pujian, mengorganisasi serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan gereja. Itulah sebabnya kalau saya mengajak orang melayani Tuhan, itu berarti ikut serta dalam kegiatan gereja. Konsep pelayanan yang tidak tepat ini membatasi pelayanan secara utuh dan lengkap yang seharusnya dilakukan setiap orang percaya bagi Tuhan. Harus diingat bahwa menyembah Allah harus dalam Roh dan kebenaran (Yoh. 4:24), artinya ibadah yang tidak dibatasi oleh ruangan dan waktu serta sistem yang dibuat manusia.

Selama ini, tanpa disadari telah terbangun “kerajaan manusia didalam gereja” yang menjurus kepada permainan manusia, bukan pekerjaan Tuhan. Kegiatan orang Kristen yang hanya didalam gereja bila diakui sebagai telah mewakili pemerintahan Tuhan dalam hidup bisa menguntungkan orang-orang atau pihak-pihak tertentu. Ini mengesankan bahwa tidak ada kegiatan diluar gereja yang merupakan kegiatan perwujudan pemerintahan Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Dalam sejarah gereja telah tercatat kesalahan ini (Mat. 23:15) . Para pejabat gereja mengambil keuntungan materi dan nonmateri dari konsep salah tersebut. Mereke menjadi sangat berkuasa mendominasi kehidupan umat dan memanipulasi kehidupan umat untuk kepentingan pribadi dan institusi dengan menggunakan nama Tuhan. Sebagai akibatnya terbentuk strata dalam gereja: pelayan Tuhan dan bukan pelayan Tuhan. Timbul konsep pekerjaan gereja dan pekerjaan dunia, imam dan awam.

Hari ini kesalahan tersebut terulang. Nabi-nabi palsu yang mengatasnamakan Tuhan mengajar umat untuk tenggelam dengan kegiatan gereja, seolah-olah itulah yang disebut “mencari dan melayani Tuhan” untuk menjadi umat yang berkenan kepada-Nya guna meraih berkat jasmani dan surgawi. Padahal tidak demikian, kegiatan gereja baru sebagian dari usaha untuk mencari dan melayani Tuhan.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email