Truth 19 Juli 2009 “Dituntut Lebih Berat”

Mind Map Dituntut Lebih Berat

Mind Map Dituntut Lebih Berat

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Siapa belum pernah mendengar kisah orang kaya dan Lazarus dalam Luk. 16:19-31? Kisah ini sudah sangat populer. Orang kaya tidak masuk surga tetapi Lazarus diperkenankan duduk di pangkuan Abraham – artinya ada ditempat yang nyaman. Alasan atau penyebab orang kaya masuk neraka jelas dapat kita peroleh melalui perikop tersebut, tetapi alasan mengapa Lazarus yang miskin masuk surga tidak kita temukan. Apakah kemisikinan syarat masuk surga? Tentu tidak. Kalau orang miskin otomatis bisa masuk surga, berarti Tuhan tidak adil. Banyak penyebab kemiskinan yang dialami seseorang. Kalau seseorang jatuh miskin karena kesalahannya sendiri, tentu tidak boleh ada yang dipersalahkan; ia sendiri harus memikul tanggung jawabnya sendiri (akibat malas, boros, judi dan sebagainya). Tentu kemiskinan itu tidak menjadi anugerah yang memperkenankannya masuk surga. Orang kaya masuk neraka, sebab jelas ia membiarkan Lazarus tergeletak dalam kelaparan sementara dirinya bermewah-mewah. Ternyata dalam fragmen itu memang perhatian kita tidak untuk difokuskan kepada Lazarus tetapi kepada orang kaya yang tidak mengerti tanggung jawabnya. Tuhan tidak menuntut Lazarus berbuat suatu kebaikan dalam bentuk pemberian sedekah kepada orang miskin, sebab ia sendiri miskin. Ia tidak dituntut melakukan apa yang ia tidak bisa lakukan. Tetapi orang kaya ini dituntut untuk berbuat sesuatu yang ia bisa lakukan. Dalam Luk. 12:48 Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Banyak orang ingin menjadi kaya dan berpikir bahwa menjadi orang kaya akan lebih enak. Apanya yang enak? Tuntutannya lebih berat daripada orang miskin; resikonya lebih besar daripada orang miskin. Kekayaan adalah kepercayaan Tuhan kepada orang kaya untuk dikelola sesuai dengan kehendak Tuhan. Disini orang kaya beranugerah lebih besar yaitu berkesempatan untuk berbuat sesuatu bagi orang lain yang lemah, tetapi juga mengandung resiko yang besar sebab kalau tidak memenuhi apa yang Tuhan kehendaki dengan kekayaannya, maka api kekal menjadi bagiannya. Harta Tuhan yang dipercayakan dapat membawa seseorang kepada kemuliaan bersama dengan Tuhan, tetapi juga bisa menggiring kepada kebinasaan kekal. Sementara tipu daya kekayaan sering sudah terlanjur membelenggu dan sulit untuk dilepaskan (Mat. 13:22), kita harus menunaikan panggilan untuk mengabdi kepada Tuhan dengan kekayaan yang ada pada kita. Kita harus berani melepaskan harta kita bagi orang lain. Dibutuhkan keberanian yang tinggi untuk ini.


2 Responses to “Truth 19 Juli 2009 “Dituntut Lebih Berat””

  • PMS:

    Susah menjadi kaya, setelah kaya susah masuk sorga…
    Ada kesan Tuhan hanya berpihak pada orang miskin…?

  • Christian:

    Yang menjadi masalah adalah, kecenderungan yang dimiliki orang kaya seperti tidak bersedia rendah hati, tidak membutuhkan orang lain, tidak mudah diajar lagi yang membuatnya tidak “merasa miskin” di hadapan Tuhan.
    Tapi lebih parah lagi, orang yg miskin harta tapi “merasa kaya” atau tidak mau rendah hati dan tidak mau diajar lagi. Ini celaka banget Pak.

Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email