Truth 2 Agustus 2009 “Dampak Pengabdian”

Mind Map Dampak Pengabdian

Mind Map Dampak Pengabdian

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Adakah korban yang dirugikan sebagai akibat atau dampak kalau Tuhan membela pekerjaan-Nya? Dalam kemahakuasaan dan kesempurnaan kasih-Nya, Ia mampu membela pekerjaan-Nya sendiri, maka manusia dan segala ciptaan-Nya akan menemukan kemakmuran dan kelimpahan kehidupan di dalam Dia, sebab Ia kasih adanya (1Yoh: 4:48). Tuhan tidak membahayakan, tidak hanya bagi diri-Nya sendiri, tetapi juga tidak membahayakan bagi siapapun. Ia bukan hanya kuat, tetapi juga baik. Sebab kalau hanya kuat tetapi tidak baik, maka Ia membahayakan; makin kuat, berarti makin membahayakan. Kalau Tuhan hanya baik saja tetapi tidak kuat maka percuma, karena Ia tidak sanggup berbuat apa-apa. Kenyataannya, Tuhan Mahakuat dan Mahabaik (Yes. 49:26, Mzm. 100:5). Sempurna kasih-Nya. Bersyukur kita hidup di semesta satu-satunya yang memilki Tuhan satu-satunya yang demikian ini. Kalau tidak, apa jadinya semesta dan kita ini. Terpujilah Tuhan! How great Thou art!

Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan mendatangkan kebaikan, tidak hanya bagi diri-Nya sendiri, tetapi juga bagi bagi semua makhluk ciptaan. Dalam kasih-Nya Ia akan mencari objek untuk dapat menikmati diri-Nya; karena itulah kita dijadikan-Nya sekutu, agar kita bisa turut menikmati segala sesuatu. Inilah kasih karunia yang tiada tara. Kenyataan bahwa Tuhan membela pekerjaan-Nya, tidak mengganggu dan mengancam kita dan tidak mengurangi kebahagiaan dan keuntungan kita.

Orang percaya yang mengakui kebaikan Tuhan dan menerima bahwa Ia berhak membela diri-Nya sendiri tidak berdoa seperti ini, “Ya Tuhan, belalah diriku dan beri perhatian kepada keinginanku”. Sebaliknya mereka berseru, “Ya Tuhan, belalah pekerjaan-Mu sendiri, sebab itu adalah keselamatan dan kelimpahan berkat bagi kami”. Tentu kalau kita melayani Tuhan bukan supaya kita diuntungkan; melainkan hanya demi keuntungan Tuhan saja. Dampak dari pengabdian tersebut adalah keuntungan kita. Jadi keuntungan kita bukan tujuan, tetapi dampak.

Bagi manusia, membela pekerjaannya sendiri berarti mengutamakan dirinya sendiri. Tidak jarang ada korban yang dirugikan, sehingga orang itu tidak menjadi berkat bagi sesamanya. Dalam keterbatasannya, manusia tidak akan mampu menciptakan kebaikan bagi orang lain; dan faktanya, manusia yag telah jatuh dalam dosa dapat berlaku sebagai serigala bagi sesamanya: ancaman yang mengerikan bagi orang lain. Hanya Tuhan yang dapat menjadi sumber berkat (Mzm. 3:9).


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email