Truth 2 Juli 2009 – Menjual Diri

Mind Map Menjual Diri

Mind Map Menjual Diri

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Sebenarnya banyak orang telah tercengkeram oleh kuku-kuku kuat kuasa kegelapan sehingga kehidupan mereka dikuasai kuasa jahat. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa dirinya di bawah kuasa kegelapan. Apalagi kalau mereka rajin ke gereja, ikut mengambil bagian dalam pelayanan, bahkan diangkat sebagai aktifis gereja, mudah sekali mereka tertipu oleh dirinya sendiri. Banyak dari mereka yang telah yakin dan merasa sebagai hamba Tuhan yang benar, padahal belum tentu telah diakuiNya sebagai hambaNya.

Banyak orang kristen tidak sadar bahwa ia telah menjual dirinya kepada kuasa kegelapan. Bagaimana ini bisa terjadi? Hal ini terjadi ketika seseorang mengingini segala sesuatu yang Tuhan tidak kehendaki untuk diingininya. Dengan mengingini sesuatu, maka jiwa seseorang terarah kepada apa yang diingininya tersebut. Bila itu tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan, berarti menolak melayani Tuhan. Menolak melayani Tuhan artinya tidak melayani keinginanNya atau selera Tuhan. Ini suatu sikap pemberontakan kepada Tuhan. Memberontak kepada Tuhan berarti menghamba kepada Iblis. Jadi apa yang diingini seseorang itulah yang memberi arah kepada siapa ia memberi diri dikuasai atau dibelenggu.

Manusia diciptakan harus sepenuhnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian kepada Tuhan dimulai dengan pemurnian hasrat atau keinginan. Kegiatan gereja seharusnya merupakan pembinaan atau arahan agar jemaat tidak menjual diri kepada Iblis, tetapi menyerahkan diri kepada Tuhan sebagai Pencipta dan Pemilik kehidupan ini. Dengan cara bagaimanakah seseorang tidak menjual diri kepada Iblis, tetapi menyerahkan diri kepada Tuhan? Caranya berusaha mengerti dan melakukan kehendak Tuhan. Kehidupan ini adalah perjalanan mengingini apa yang Tuhan ingini dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan. Inilah kehidupan seseorang yang telah mati bagi diri sendiri tetapi hidup untuk kemuliaanNya (2Kor 5:14-15). Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita suatu filosofi hidup yang berbunyi “MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya” (Yoh 4:34). Melakukan kehendak Bapa berawal dari usaha kita untuk mengerti pikiran dan perasaanNya, selera dan rencanaNya. Bila kita berusaha memperolehnya, pasti kita akan dapat memperolehnya, sebab Ia telah menjanjikannya: “Orang yang haus dan lapar akan kebenaran akan dipuaskan” (Mat 5:6). Di sini diperlukan pembaruan pikiran untuk mengerti kehendak Tuhan: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna merupakan hal paling utama (Rom 12:2).


10 Responses to “Truth 2 Juli 2009 – Menjual Diri”

  • Peters M. Sofyan:

    Pada paragraf 3 diatas: “Manusia diciptakanharus sepenuhnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian kepada Tuhan dimulai dengan PEMURNIAN HASRAT atau KEINGINAN.”

    Spt yg pernah saya katakan ke Bpk wkt di gereja 2 minggu yg lalu bhw yg jadi mslah utk banyak orang adalah HOW-nya, pak. Jadi pertanyaan saya adalah BAGAIMANA cara PEMURNIAN HASRAT/KEINGINAN itu? Dalam bukunya Eckhart Tolle itu di ksh caranya–HOW-nya.

    Trm ksh.
    GBU,
    PMS

  • abraham:

    kalau menurut saya, yang namanya pemurnian itu adalah membuat yang tadinya kotor, keruh, tidak jelas, tidak berharga, menjadi sesuatu yang berbeda 180 derajat, yaitu yang bersih, jelas, tak ternilai harganya.
    jadi pemurnian hasrat dan keinginan ialah proses pemurnian hasrat dan keinginan yang tadinya tidak berharga, menjadi hasrat dan keinginan yang murni, yang tak ternilai, yaitu dengan cara mensinkronisasi hasrat dan keinginan kita seperti hasrat dan keinginan Tuhan.
    caranya ialah melalui penyangkalan diri (mat 16:24), menjadi murid Tuhan (Lukas 14:27), dan juga terus belajar kebenaran dan terus berdoa minta bimbingan Roh. kalau Pa Sofyan ingin lebih jelas, saya rasa di gereja, Pa Erastus sering menjabarkan aplikasi dari pemurnian hasrat dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
    Untuk buku karangan Eckhart Tolle, saya sendiri belum membacanya. sepintas saya lihat di google tentang kontradiksi buku-buku karangannya dengan paham kristiani. mungkin Pa Sofyan pun juga bisa melihatnya, dan memandang secara objektif, apakah buku itu menganut ajaran Kristen, atau malah ajaran sesat.

  • Peters M. Sofyan:

    Terima ksh, Pak Abraham.

    Saya senang Bpk merespon komentar saya. Bpk sebutkan diatas ttg penyangkalan diri ( Lukas 14:27). Pertanyaan saya adalah Bagaimana caranya secara praktek utk menyangkal diri itu?

    Saya berusaha obyektif (apa adanya–tanpa ada interest/ego apa2). Oleh krn itu sy tdk mau keputusan saya adalah hasil keputusan Ego saya. Saya tidak mau bicarakan apakah Eckhart Tolle itu sesat atau tidak, krn saya berpegang pada kata Tuhan “Jangan pernah menghakimi”. Kalimat itu yg sering saya ingat pada saat saya berpendapat.
    Kebetulan saya sdh baca bukunya dan melihat penjelasan/paparannya di Youtube. Saya melihat, justru dia tdak menolak firman2 Tuhan yg dikutip. Dia mengagungkan Tuhan Yesus. Mungkin yg jadi masalah adalah masalah persepsi/penafsiran dari firman2 itu yg belum bs diterima oleh kita. Karena, menurut saya, penafsirannya begitu dalam dan praktikal. Dia juga bilang buku2/penafsirannya bukanlah keinginan membuat agama/kepercayaan/aliran baru. Tapi dia hanya membantu orang bgm mencapai kesadaran yg tinggi agar tidak dikuasai pikiran liar/ego kita sehingga tidak “terhilang” yg akhirnya kata Tuhan : “Aku tidak prnh kenal engkau meskipun engkau pergi ke gereja, berdoa setiap hari, bernubuat dan menyembuhkan atas nama-Ku.”

    Trm ksh, Pak. Saya terbuka kok, Pak. Bahkan hal ini saya sdh tanyakan ke Pak Eras dan beliau sdh jwb….

    Tuhan berkati.
    PMS

  • abraham:

    Jika memang hidup Bapak dipimpin oleh Roh, saya rasa bagaimana caranya untuk menyangkal diri akan ditunjukkan oleh Roh tsb. sebab penyangkalan diri ada hal personal, yang hanya diketahui dan bisa dilakukan oleh diri sendiri, melalui petunjuk Allah.

    saya rasa setiap manusia punya kesadaran, dan sebagian manusia bisa memiliki kesadaran yang tinggi agar tidak dikuasai ego nya sendiri. tetapi yang membedakan orang Kristen sejati dengan manusia lainnya ialah, orang Kristen sejati memiliki kepercayaan kepada Yesus, buah kebaikan yang dihasilkannya ialah buah Roh (sedangkan oleh manusia lainnya ialah buah dosa, karena mereka berada dibawah kuasa dosa (roma 3 : 19-20) ), dan hidup orang Kristen akan dipimpin oleh Roh (roma 8:14), sehingga bukan kesadaran yang diusahakan sendiri yang mengontrol ego, tapi Roh lah yang akan mematikan ego kita (roma 8:13).

    ok, anggap Eckhart Tolle tidak menolak firman Tuhan. tapi setan-setanpun juga tidak menolak dan menentang firman Tuhan. jadi menurut saya, itu bukan suatu hal yang bisa dipakai untuk membuktikan seseorang yang hidupnya diserahkan untuk Tuhan.
    anggap juga Eckhart Tolle mengagungkan Tuhan Yesus. tetapi apakah pujian dan hormat yang keluar dari mulutnya berasal dari hati yang terdalam? siapa yang tahu? hanya Tuhan yang dapat mengetahui hatinya.

    Saya setuju dengan mindset Bapak, “jangan pernah menghakimi”. tetapi Tuhan memberikan kepada anakNya Roh Kudus yang mampu untuk membedakan mana yang benar, dan mana yang salah. dan ketika Ia menunjukkan kepada kita bahwa ada suatu hal yang benar, atau ada suatu hal yang salah, apakah kita akan tetap berkata kepada Roh untuk jangan menghakimi? tentu tidak, karena kita tidak mungkin bisa memerintah perwakilan Tuhan,

    May God be with you.

  • Peters M. Sofyan:

    Trm ksh, Pak.

    Lalu bagaimana membedakan Roh Kudus dengan roh2 yg lain?

    GBU,
    PMS

  • abraham:

    Bapak harus rajin membaca Alkitab, karena Alkitab adalah Roh Kudus yang tertulis. Selanjutnya Bapak juga harus berdoa, luangkan waktu untuk berdialog dengan Tuhan, meminta bimbingan setiap hari dari Tuhan untuk dapat menerapkan firmanNya yang sudah Bapak dengar.

    Pak Sofyan yang terkasih, tujuan saya dari semula ialah, agar Bapak tidak menjadikan buku mana pun di dunia sebagai landasan hidup Bapak (dasar dari segala prilaku dan pikiran Bapak), melainkan hanya Alkitab saja lah yang menjadi landasan hidup Bapak, agar hidup Bapak dapat berkenan kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus.

    Sola Gracia.

  • Peters M. Sofyan:

    Pak Abraham, maaf tampaknya ada salah tanggap/persepsi ttg saya pribadi. Saya tidak memegang pedoman/referensi lain selain Alkitab itu sendiri dalam menyikapi semua hal. Buku apapun—termasuk Eckhart Tolle. Saya tdk mau bicara label/bentuk yg akhirnya berujung ke Penghakiman. Yang menjadi ‘concern’ saya adalah substansi/isi/tujuan yang berakhir pada Buah Roh.

    Ketika saya melihat buku2 apapun, lepas dari siapa yg menulis, saya hanya melihat dari sisi esensi/substansi apakah pesan/tujuannya itu sesuai dengan Alkitab/Pesan Tuhan. Karena ini lah yg jadi pertanyaan saya ke beberapa Blog apakah kutipan2 ayat Alkitab yg ET masukkan dlm bukunya sesuai dengan pemahaman Alkitab yg sebenarnya(maunya Tuhan–bukan penafsiran diri kita). Saya tdk ragu akan Alkitab krn blm ada kitab lain yg sebanding dengan itu.

    Saya tdk mau sejarah berulang ketika gereja melakukan kesalahan yg fatal karena persepsi/penafsiran yg salah dari orang-orangnya–bukan firman-Nya. Ini akibat penalaran yg sehat dan kreatif dibelenggu oleh gereja pada saat itu. Yang efeknya adalah hingga sekarang TERJADI PEMISAHAN antara ilmu/sains dan spiritual, sekuler-agama, neraka-sorga, dan bentuk label2 yg lain yg mengarah pada penghakiman itu. Biarlah ita seperti anak kecil yg polos dalam mencari/mengejar kebenaran yg Hakikat. Polos atau lepas dari pengaruh2 doktrin, faham, label sehingga pikiran yg murni/akal sehat kita (nalar) yg berpegang pada Firman-Nya dapat mencapai Pencerahan yang benar menurut Dia. Dia ciptakan manusia sempurna–serupa gambar-Nya….

    Jadi, santai saja Pak. Concern saya sebenarnya mengapa banyak orang yg pergi ke gereja bahkan berdoa setiap hari masih saja dalam kehidupan sehari2-nya banyak bertentangan dg Alkitab. Persepsi saya ini bisa salah. Tapi menjadi PERTANYAAN BESAR bagi saya sampai saat ini. Jangan-jangan mereka belum tau cara yg pas/tepat/praktikal/mudah difahami/membumi utk merenungi dan memahami serta mempraktekkan apa yang Tuhan mau.

    Tuhan Yesus memberkati Bapak sekeluarga. Amin.

    PMS

  • Peters M. Sofyan:

    Pak Abraham, maaf ada yg lupa….
    Saya yakin Bapak lebih lama mengenal Kekristenan dr pd saya. Oleh karena itu, pertanyaan saya diatas bagaimana membedakan/merasakan apakah itu Roh Kudus atau roh2 yg lain menurut pengalaman Bapak. ini merujuk pada comment bapak yg ke-4 diatas, paragraf terakhir.

    Terima kasih.
    JBU

  • abraham:

    setiap orang dapat memutuskan jalan hidupnya sendiri. jadi, yang tidak mau berkomitmen atau memenuhi bagiannya kepada Tuhan, pasti hidupnya banyak bertentangan dengan Alkitab. tapi hal ini sepatutnya tidak menjadi concern Bapak (roma 12:3).

    Bapak dapat mengasah kepekaan Bapak akan Roh Kudus, dengan cara:
    1. membaca Alkitab, karena Alkitab adalah Roh Kudus yang tertulis. Apa yang tertulis di Alkitab, tidak mungkin tidak selaras dengan Roh Kudus. Jika Bapak perhatikan Alkitab baik-baik, gaya penulisan Alkitab itu mirip semua, meskipun yang menulisnya berbeda. Jadi, saya rasa “Otak” dari penulis ialah satu, yaitu Roh.
    2. banyak berdoa kepada Tuhan, jadikan hanya Tuhan lah yang paling berharga untuk Bapak sehingga seluruh hidup Bapak diserahkan bagiNya
    3. ikuti suara yang muncul dari hati Bapak, suara yang memiliki tujuan ilahi. dari pengalaman saya pribadi, awal mula saya mau dipimpin Roh, kebanyakan suara itu bertentangan dengan kedagingan saya, dengan comfort zone saya. tapi ada kuasa yang menggerakkan saya untuk melakukan apa yang suara itu katakan.

    melalui itu, kepekaan Bapak akan Roh Kudus akan semakin terasah, karena Bapak telah menunjukkan kredibilitas, kerelaan untuk melakukan semua kehendakNya. Sehingga Peters M. Sofyan yang dulu sudah gak ada lagi, melainkan yang hidup di dalam Pak Sofyan ialah Roh (roma 8:9).

    “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (galatia 6:8)

  • Peters M. Sofyan:

    Terima kasih, Pak Abraham.

    GBU
    PMS

Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email