Truth 22 Juli 2009 “Memang Benar-benar Berbeda”

Mind Map Memang Benar-benar Berbeda

Mind Map Memang Benar-benar Berbeda

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Agama-agama di dunia ini umumnya mempromosikan allah mereka sebagai yang paling benar, yang baik dan berkuasa. Usaha untuk memindahkan orang kepada agamanya biasanya disertai promosi, bahwa agamanya memiliki allah yang paling benar, sehingga yang memeluknya tidak salah jalan atau sesat. Juga allah yang akan memberi bantuan bag pemeluk agamanya, melindungi, menjaga, memenuhi segala kebutuhan, menolong dan lain sebagainya. Dalam bahasa agama, “memberkati”, sehingga bagi mereka yang mau memeluk agama tersebut hidupnya akan lebih nyaman sebab segala kebutuhan hidup di dunia dijamin oleh allah mereka. Disini berkat jasmani, kelimpahan uang atau kemakmuran lahiriah menjadi ukuran berkat. Semakin banyak berkat (sukses karir, ekonomi, kesehatan, rumah tangga, studi dan lain sebagainya) berarti allahnya semakin benar, baik dan lebih berkuasa. Tetapi kekristenan tidaklah demikian. Dalam sejarah gereja kita temukan bagaimana Tuhan membiarkan umatnya terlunta-lunta, menderita aniaya, bahkan mengalami kematian yang sangat keji. Di tengah-tengah aniaya yang dahsyat, Tuhan sering bersikap “diam”.

Dalam Kis. 7, ketika Stefanus dilempari batu sampai mati, seolah-olah Tuhan seperti membiarkannya. Dimanakah Tuhan pada waktu itu? Dimanakah kebaikan Tuhan atas Stefanus? Dimana kemahakuasaan Allahnya orang Kristen? Apakah hal ini tidak merusak reputasi kekristenan? Ternyata tidak. Setelah kematian Stefanus, orang Kristen menyebar ke banyak wilayah untuk memberitakan Injil. Aniaya adalah bagian penting bagi orang percaya untuk disempurnakan (1Ptr. 4:1). Aniaya membawa orang percaya untuk dapat dimuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus (Rm. 8:17). Aniaya yang hebat terhadap orang Kristen berlangsung bukan puluhan tahun, tetapi juga ratusan tahun; tetapi kekristenan tidak pernah padam dan Injil tidak dapat dibungkam.

Disini kita temukan perbedaan yang sangat mencolok antara kekristenan dan keberagaman. Sukses orang Kristen bukanlah diukur dari kejayaan lahiriah atau kemuliaan duniawi. Kekristenan menjadi bercahaya ketika orang percaya menderita aniaya dalam mempertahankan iman dan melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus; bukan aniaya fisik tetapi batin. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah didalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Tim. 3:12).


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email