Truth 27 Juli 2009 “Ketaatan Yang Menyelamatkan”

Mind Map Ketaatan yg Menyelamatkan

Mind Map Ketaatan yg Menyelamatkan

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Banyak orang Kristen – bahkan pengkhotbah – salah menafsirkan apa yang tertulis dalam Matius 24:15-22, bahwa Yerusalem akan dikepung dari berbagai penjuru, dan akan terjadi pembantaian besar-besaran atas bangsa Yahudi. Banyak orang Kristen hari ini berpikir bahwa yang dinubuatkan dalam teks tersebut belum terjadi; apa yang dikatakan Tuhan Yesus tersebut sudah terjadi pada tahun 70 Masehi, yaitu hanya 40 tahun setelah Tuhan Yesus mengucapkannya.

Kisah penghancuran Yerusalem bermula ketika Gessius Florus, gubernur Roma di Yudea, mengambil benda-benda suci di bait Allah. Ini membangkitkan perlawanan sengit orang-orang Yahudi. Dalam pemberontakan tersebut pejuang-pejuang Yahudi yang disebut Zelot berhasil membantai tentara Romawi. Berulang-ulang Kaisar Nero berusaha memadamkan pemberontakan tersebut, tetapi tidak bertahan lama. Diantaranya, Cestius Gallus yang membawa 20.000 pasukan menguasai Yerusalem hanya bertahan 6 bulan, 6.000 tentaranya tewas. Kemudian Nero mengirim seorang jenderal bernama Vespasianus. Vespasianus baru berhasil menaklukkan sebagian perlawanan orang Zelot, tetapi tidak sampai menjangkau Yerusalem, sebab Kaisar Nero wafat dan Vespasianus menggantikan takhtanya. Kaisar Vespasianus mengutus putranya, Jenderal Titus menyerbu Yerusalem. Berbulan-bulan Yerusalem dikepung sampai penduduknya mati kelaparan. Konon istri imam kepala yang terhormat harus turun ke jalan memungut sisa makanan. Akhirnya Yerusalem hancur oleh gempuran mesin-mesin perang baru Roma, seperti pelontar batu untuk merubuhkan tembok. Pejuang-pejuang Yahudi berguguran; yang menolak ditawan tentara Romawi memilih bunuh diri. Keadaan ini sungguh-sungguh mengerikan. Titus sebenarnya berusaha untuk menyelamatkan Bait Suci, tetapi tentara Romawi yang beringas membakar tempat suci tersebut.

Pada waktu itu orang-orang Kristen sudah meninggalkan Yerusalem, sebab mereka ingat perkataan Guru mereka: “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus… maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” (Mat. 24:15-16). Lari ke pegunungan berarti menghindarkan diri dari kepungan tentara Romawi yang kejam dan bengis, sebelum penyerbuan berlangsung. Nasehat itu kelihatannya tidak berarti, tetapi yang taat akan selamat, tetapi yang tidak pasti sekarat. Peristiwa tersebut memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita yang hidup pada jaman sekarang ini. Perkataan-perkataan Tuhan Yesus di dalam Injil sangat berarti dan harus kita hargai, sebab Firman Tuhan tersebut dapat menyelamatkan kita. Jangan menganggap remeh apa yang Tuhan Yesus katakan.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email