Truth 28 Juli 2009 “Sarung Tangan”

Mind Map Sarung Tangan

Mind Map Sarung Tangan

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Agama-agama pada umumnya mengajarkan budi pekerti yang baik hasil dari analisis dan pembelajaran terhadap hukum-hukumnya. Mereka belajar untuk memahami dan melakukan apa yang dinilai halal dan menjauhi apa yang haram. Itulah sebabnya ilmu agama pada umumnya memberi fokus kepada hukum atau peraturan (“jangan begini, jangan begitu”). Tetapi kekristenan tidaklah demikian. Kekristenan bukan hanya mengajar budi pekerti yang baik hasil dari analisis dan pembelajaran terhadap hukum-hukum agama, tetapi perubahan pola berpikir (Rm. 12:2). Bukan hanya menganalisis hukum, tetapi cara analisisnya sendiri harus diubah. Sehingga yang dipersoalkan adalah bukan hanya “jangan begini, jangan begitu” tetapi juga “mengapa begini, mengapa begitu”. Pola berpikir yang diubah inilah yang menghasilkan kepekaan terhadap kehendak Tuhan: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna menurut Tuhan. Tujuan dari proses perubahan pola berpikir inilah yang menghasilkan kelenturan, sehingga seseorang dapat mengalirkan pikiran dan perasaan Tuhan serta kesediaan memperagakan apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan. Inilah yang dimaksud Paulus dengan “Hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang hidup didalam aku” (Gal. 1:19-20). Dalam hal ini orang Kristen harus belajar menjadi “sarang tangan ngeplek” (terkulai karena tidak diisi tangan).  Ini yang dimaksudkan agar tangan Tuhan yang masuk kedalamnya dan menggerakkannya sesuai dengan apa yang Tuhan ingini. Sarung tangan disini menunjuk ruang jiwa kita yang harus dikuasai Tuhan.

Perasaan kita harus menjadi sungai perasaan Tuhan mengalir; pikiran kita harus menjadi arus pikiran Tuhan; dan seluruh kehidupan ini haruslah memperagakan keinginan-Nya. Disini hukum kehidupan yang berlaku bukan lagi “suka-sukaku” tetapi “suka-suka-Mu Tuhan”. Inilah kehidupan Kristen yang seharusnya dimiliki setiap anak Tuhan. Bila sampai tahap ini, barulah kita dapat melayani Tuhan dengan benar; sebelum sampai tahap ini, pasti pelayanan penuh dengan motif-motif yang tidak murni. Melayani Tuhan adalah tindakan yang sesuai dengan keinginan dan rencana Tuhan. Ini pasti berdampak positif bagi orang lain dan mendatangkan keuntungan bagi pekerjaan Tuhan. Ini hasil dari proses panjang yang serius ketika seseorang mematikan dirinya, supaya Yesus yang hidup didalam dirinya. Hanya kematian terhadap diri sendirilah yang membuat Tuhan Yesus hidup didalam diri orang tersebut. Doa orang yang merindukan pemerintahan Tuhan berlangsung dalam hidupnya adalah: “Matikanlah aku Tuhan, matikan setiap hari”. Ini bukan doa orang yang kehilangan gairah hidup, melainkan yang menemukan gairah hidup.


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email