Truth 31 Juli 2009 “Bukan Sesuatu yang Mustahil”

Mind Map Bukan Sesuatu yang Mustahil

Mind Map Bukan Sesuatu yang Mustahil

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Suatu kali saya bercakap-cakap dengan anak saya dalam perjalanan mengantarnya ke sekolah pada pagi hari. Saya katakan kepadanya bahwa seseorang dapat belajar semalam sebelum menghadapi ujian mata pelajaran sejarah. Mungkin ia bisa menjawab, walau tentu hasilnya tidak baik. Tetapi kalau seseorang mau menghadapi ujian matematika, ia tidak cukup belajar semalam saja. Mustahil ia dapat menjawab sebagian besar soal-soal yang diberikan. Menguasai matematika harus belajar tekun setiap hari, menggumuli soal-soal yang sederhana sampai yang rumit. Sampai kemudian, jika telah tekun belajar dan menguasai mata pelajaran ini, ia akan berusaha mencari soal yang sulit. Ia tidak akan puas bila hanya berhadapan dengan soal-soal yang tidak rumit. Ia akan menantang soal-soal sulit yang belum pernah dikerjakan. Dalam tingkat kecerdasan tertentu atau penguasaan terhadap matematika, seseorang dapat memahami apa maksud si pembuat soal, jebakan-jebakan yang diciptakan dan jawaban yang diharapkan si pembuat soal.

Ini pararel dengan hal kepekaan kita terhadap kehendak Tuhan. Kita tidak dapat memahami kehendak Tuhan hanya dalam satu hari, satu bulan bahkan satu tahun. Memahami apa yang dikehendaki Tuhan membutuhkan perjuangan yang berat setiap hari. Dalam hal ini, tidak ada jalan mudah untuk dapat menemukan kehendak Tuhan. Dengan pengertian ini, hendaknya kita mulai berani berinvestasi, baik waktu maupun tenaga untuk mengerti kehendak Tuhan selengkap-lengkapnya. Memahami kehendak Tuhan memang tidak sederhana, tetapi juga tidak rumit sedemikian rupa sampai orang percaya tidak dapat memahaminya sama sekali. Bukan sesuatu yang mustahil.

Tuhan membuka peluang bagi anak-anak-Nya untuk dapat menangkap apa yang dikehendaki untuk dipahami agar dilakukan dalam kehidupan secara konkret. Tetapi untuk memperolehnya harus kerja keras, melalui perjalanan waktu yang tidak singkat. Seperti halnya seekor unta tidak mungkin bisa masuk lubang jarum (Mat. 19:24). Kalau yang dimaksud lubang jarum adalah pintu kecil yang disisakan terbuka pada malam hari ketika pintu gerbang utama kota ditutup, unta harus jongkok dulu lalu didorong oleh tuannya masuk kedalam kota. Tidak mustahil bukan? Tetapi harus kerja keras. Disini, kerja keras merupakan syarat utama seseorang bisa mendengar suara Tuhan dengan benar. Kerja keras ini dalam bentuk membaca Alkitab secara teratur, membaca buku-buku rohani yang bermutu, mendengar khotbah yang benar, menyangkal diri setiap hari untuk melakukan Firman-Nya. Mereka yang menabur dengan cucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai (Mzm. 126:5)


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email