Truth 4 Agustus 2009 “Proyek Tuhan”

Mind Map Proyek Tuhan

Mind Map Proyek Tuhan

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Tuhan kita adalah pribadi yang aktif, berinisiatif dan berkarya. Menciptakan alam semesta yang indah, khususnya bumi ini adalah kehendak-Nya (Kej. 1:1-25). Ia juga menciptakan manusia yang segambar dengan diri-Nya untuk mengelolanya (Kej. 1:26-28). Seusai menciptakan segala sesuatu, Ia menikmati ciptaan-Nya tersebut. Kenyataan yang kemudian terjadi adalah kejatuhan manusia ke dalam dosa, yang mengakibatkan bumi terkutuk (Kej. 3:17). Segala keindahan yang Tuhan ciptakan telah menjadi rusak dan manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Tragis, rencana Tuhan bisa dikatakan tertunda atau gagal untuk sementara.

Sekarang Tuhan merencanakan langit baru dan bumi baru. Ia mempersiapkan manusia yang diselamatkan dalam Yesus Kristus untuk mengelola dunia baru tersebut (Wah. 22:5), yaitu setelah mengalami proses pendewasaan (1Yoh. 2:6). Tanpa proses menjadi dewasa dan semakin seperti Yesus, manusia tidak akan dapat dipercayai untuk mewarisi langit baru dan bumi baru tersebut. Inilah proyek Tuhan, dan tentu inilah kesenangan-Nya. Ia sedang menggenapi rencana yang tertunda atau gagal untuk sementara tersebut. Tidak ada proyek lain.

Umat pilihan harus hidup didalam proyek Tuhan tersebut. Orang yang diluar kegiatan proyek tersebut tidak perlu dan tidak pantas dibela, sebab membela orang yang hidup diluar proyek Tuhan sama saja dengan membela kuasa kegelapan. Tuhan tidak akan membela orang yang tidak hidup dalam rencana dan kehendak-Nya. Sebab kalau Tuhan melakukan hal tersebut, berarti Ia dimanfaatkan, bahkan bisa berarti diperdaya atau diperbudak. Siapakah manusia sehingga Tuhan harus berkewajiban membelanya? Jadi ingatlah bahwa mereka yang dibela Tuhan adalah mereka yang membela proyek-Nya atau hidup didalam misi-Nya.

Banyak orang Kristen yang merasa berhak dibela Tuhan, karena berpikir dirinya sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadi anak-anak Tuhan. Mereka lupa bahwa percaya kepada Yesus bukan berarti dapat menggunakan Tuhan untuk kepentingan mereka sendiri, melainkan hidup untuk kepentingan Tuhan (Flp. 1:21; 2Kor 5:14-15). Kalau percaya kepada Tuhan Yesus berarti dapat menggunakan Tuhan untuk kepentingan manusia, berarti Tuhan bisa dibeli dan diatur. Sama saja dengan seseorang bisa berkata, “Tuhan, aku sudah percaya kepada-Mu. Sekarang berilah diri-Mu untuk kuatur”. Yang benar adalah bahwa percaya kepada Tuhan Yesus berarti hidup dalam penurutan kepada kehendak dan rencana-Nya.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email