Truth 5 Agustus 2009 “Kehormatan”

Mind Map Kehormatan

Mind Map Kehormatan

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Adalah suatu kebenaran bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia (Rm. 11:36). Manusia tidak berhak memiliki kehormatan dan kemuliaan bagi dirinya sendiri. Ketika seseorang berusaha meraih kehormatan bagi dirinya sendiri atau sebuah nilai kepantasan di mata manusia lain, maka ia akan kehilangan kehormatan di hadapan Tuhan. Manusia tidak boleh berperilaku egois, sebab manusia diciptakan oleh Tuhan hanya untuk mengabdi kepada-Nya. Kalau menusia mencari kehormatan bagi dirinya sendiri, bukan hanya dapat dikatakan egois, tetapi juga tidak tahu diri. Ketika seseorang mengusahakan segala sesuatunya bagi kemuliaan Tuhan, ia menjadikan dirinya terhormat dihadapan Tuhan.

Banyak orang melakukan segala sesuatu hanya untuk kehormatan dirinya sendiri di mata manusia lain. Bersekolah, berkarier, berkeluarga dan melakukan segala aktivitas hanya untuk menjadi “seseorang” (somebody) yang pantas disebut “manusia” bagi sesamanya. Sayangnya, kepantasan yang hendak dicapai ditentukan oleh kekayaan, gelar, kedudukan, status dan lain sebagainya, sehingga demi meraih hal-hal tersebut mereka hanya mengutamakan dirinya sendiri, dan mengorbankan kepentingan sesamanya. Harus diingat, bahwa pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia agar hidup untuk kepentingan bersama (Mat. 22:39).

Betapa besar kesalahan banyak orang Kristen hari ini, yang berurusan dengan Tuhan hanya karena merasa memiliki hak untuk dibela-Nya, dan hanya karena mau memanfaatkan-Nya. Mereka biasanya lebih menekankan hak-haknya dihadapan Tuhan, bukan kewajiban yang harus dipenuhi. Seharusnya dalam berurusan dengan Tuhan kita tidak memperhatikan hak dihadapan-Nya, tetapi kewajiban sebagai makhluk ciptaan dan anak tebusan. Bukan menuntut fasilitas, melainkan ruangan atau tempat pelayanan untuk bekerja mengabdi kepada Sang Majikan Agung. Dengan rela hati, setiap orang percaya harus mempersembahkan segenap hidupnya bagi kepentingan-Nya (Rm. 12:1).

Dalam panjang sabar-Nya, Tuhan masih bertoleransi terhadap orang-orang yang tidak mengenal kebenaran ini. Tetapi, kalau begitu terus-menerus, tidak akan ada lagi kesempatan untuk bertobat dan menjadi anak Tuhan yang memperkenan hati-Nya. Waktunya sangat terbatas, oleh sebab itu setiap anak Tuhan harus memanfaatkan kesempatan untuk meraih tingkat kedewasaan yang memuaskan hati Tuhan, yaitu hidup seperti yang diperagakan Guru Agung kita, Tuhan Yesus Kristus.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email