Truth 6 Juli 2009 “Khawatirlah Kamu”

Mind Map Khawatirlah Kamu

Mind Map Khawatirlah Kamu

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Mudah sekali kita katakan, “Jangan Khawatir”, padahal kita belum memahami landasan mengapa kita tidak perlu khawatir. Sikap tidak khawatir harus berangkat dari sikap bertanggung jawab yang telah kita miliki. Mereka yang belum bekerja keras dan memenuhi tanggung jawabnya tidak boleh tidak khawatir. Hanya orang yang sudah memenuhi bagiannya dengan memaksimalkan potensi diri dan bekerja keraslah yang baru boleh untuk tidak khawatir

Selama ini dikesankan bahwa anak-anak Tuhan tidak perlu khawatir atas pemenuhan kebutuhan jasmaninya. Alasan yang biasa diberikan adalah Firman Tuhan yang mengatakan bahwa “burung di langit Tuhan pelihara, walaupun mereka tidak menabur dan menuai maupun tidak menyimpan gandum dalam lumbung” (Mat. 6:25-26). Pernyataan Yesus ini kalau tidak dipahami secara benar dapat menyesatkan, akibatnya cukup fatal. Ingat, burung yang di langit adalah burung yang terbang mencari nafkah, bukan burung malas. Jika burungnya tidak mau beranjak dari sarang, apakah tetap dipelihara Tuhan? “Pandanglah burung di langit” artinya “bekerjalah, maka kamu akan menemukan nafkahmu”. Teks tersebut tidak boleh diartikan sebaliknya: “Tidak perlu bekerja keras, kamu akan tetap bisa makan. Burung saja bisa makan dengan mudah. Kamu lebih berharga dari burung, santailah.”

Selama ini dikesankan bahwa anak-anak Tuhan boleh hidup santai, tidak perlu kerja keras, giat dan rajin, sebab Tuhan tetap memberkati dengan memenuhi segala kebutuhan kita. Apakah benar Tuhan kita bersikap demikian? Bila ya, maka Tuhan telah merusak mental anak-anakNya. Ajaran bahwa Tuhan selalu memberkati anak Tuhan meskipun tidak mau bekerja keras sedangkan anak-anak dunia baru diberkati kalau bekerja keras harus kita tolak dengan tegas.

Tuhan yang memberi hakikat pada manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab adalah Tuhan yang menuntut anak-anakNya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Walaupun kita anak-anak Tuhan, tetapi bila tidak bekerja keras, maka Ia pun tidak akan memberkati kita. Tuhan bukan hanya Allah yang baik dan penuh kasih, tetapi juga Allah yang adil (Ul. 32:4; Rm. 9:14). Ia juga menegakkan keadilan dalam kehidupan anak-anakNya. Jadi kalau ada pengajaran yang salah mengenai hal ini, secara tidak langsung telah merusak nama baik Tuhan (tentu nama Tuhan tidak akan dapat dirusak). Mereka menggambarkan pribadi Tuhan yang salah, bukan Tuhan yang diajarkan oleh Alkitab. Ini benar-benar akan merusak kinerja hidup anak-anak Tuhan. Dikhawatirkan dalam marketplace, anak-anak Tuhan tidak bisa berkompetisi dengan anak-anak dunia yang memaksimalkan potensi mereka.


4 Responses to “Truth 6 Juli 2009 “Khawatirlah Kamu””

  • abraham:

    Pak Christian, terima kasih sekali karena anda menulis renungan harian Truth di internet. ini benar-benar bermanfaat untuk saya yang sekarang berada di luar negeri, puji Tuhan.

    Tuhan memberkati.

  • Peters M. Sofyan:

    Renungan diatas harus lebih kita renungkan. Saya lupa ayat apa yg mempertegas hal itu, tp intinya adalah : Bahw Allah sdh menyediakan segala sesuatunya yg kita perlukan, tinggal kita mencari dan mengusahakannya….dengan effort yg baik dan benar.

    GBU
    PMS

  • Christian:

    Pak Abraham juga Pak Sofyan, saya bersukacita kalau ada yg mendapat sesuatu dari keberadaan blog ini. Saya ingin berkarya di bidang yg kebetulan saya sukai. Saya berharap Mind Mapnya juga berarti buat para pembaca.

    Tks. GBU.

  • Peters M. Sofyan:

    Saya hanya bisa berkata : “Semua yg Dia ciptakan, tidaklah sia-sia…. Semua itu ada rencana maha besar milik-Nya. His Masterplan that we have to search for….

Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email