Truth 7 Agustus 2009 “Berhenti Meminta untuk Diri Sendiri”

Mind Map Berhenti Meminta Untuk Diri Sendiri

Mind Map Berhenti Meminta Untuk Diri Sendiri

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Orang percaya yang semakin dewasa tidak memiliki banyak permintaan kepada Tuhan bagi dirinya sendiri. Akhirnya ia malah tidak meminta sesuatu untuk kepentingannya sendiri. Semua permohonannya kepada Tuhan adalah sesuatu yang ditujukan bagi kepentingan Tuhan sendiri. Hal ini bisa terjadi kalau seseorang sudah berhenti memperhatikan kepentingan dan kesenangannya sendiri (Flp. 2:1-3). Mereka adalah orang-orang yang berurusan dengan Tuhan bukan karena mau mempercakapkan dan menuntut haknya, melainkan karena mau mempercakapkan dan mempersoalkan kewajibannya dihadapan Tuhan. Berkenaan dengan hal ini hendaknya kita tidak meragukan kesetiaan Tuhan dalam memenuhi hak-hak kita sebagai anak-anak-Nya, tetapi ragukanlah apakah diri kita sendiri telah memenuhi kewajiban kita bagi Tuhan.

Orang yang berhenti memperhatikan kepentingan dan kesenangannya sendiri dan mengalihkan perhatiannya kepada Tuhan akan memperoleh pemenuhan segala kebutuhan dan kebahagiaan dari Tuhan yang mempedulikannya. Maka hendaknya kita tidak ragu-ragu untuk melepaskan naluri egoisme kita, dan menggantikannya dengan pengabdian bagi Tuhan. Kesediaan kita berpaling dari kepentingan dan kesenangan diri sendiri tidak akan mengurangi kesukaan dan kebahagiaan kita.

Orang-orang percaya yang telah akil baliq ini akan menjadikan doa bukan sekedar permintaan, tetapi sebuah dialog. Dalam doa terjadi percakapan, sehingga yang penting adalah menemukan apa yang Tuhan kehendaki untuk dimengerti dan dilakukan. Doa bukan sarana untuk mengatur Tuhan dan membujuk-bujuk-Nya melakukan sesuatu untuk kepentingan kita, tetapi perburuan untuk mengenal Tuhan, kehendak dan rencana-Nya. Pola hidup orang percaya yang menggunakan standar ini sangat membahagiakan dan menempatkan orang percaya ditempat yang menyukakan hati Bapa. Orang-orang percaya seperti ini akan dibela Tuhan dan memiliki tempat yang istimewa di mata Tuhan. Segala kebutuhannya pasti diperhatikan Tuhan. Bukan hanya dia sendiri yang dikasihi Tuhan, melainkan juga orang-orang yang dikasihinya.

Hanya dengan memiliki komitmen yang bulat untuk inilah kita dapat mencapai kedewasaan. Tentu untuk mencapai level ini kita harus belajar bertumbuh terus didalam Tuhan, melalui pendalaman Firman Tuhan yang murni yang mengubah pola berpikir kita. Kedewasaan rohani inilah yang membuat seseorang akan dipercayai sebagai sahabat Tuhan, yang diperkenankan mengerti apa yang dikehendaki dan direncanakan oleh Tuhan. (Yoh. 15:14-15).


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email