Truth 8 Agustus 2009 “Doa Yang Salah”

Mind Map Doa Yang Salah

Mind Map Doa Yang Salah

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Bagaimana bisa kita memohon penyertaan dan perlindungan serta berkat-berkat Tuhan, sementara kita tidak hidup dalam misi Tuhan, tetapi misi kita sendiri? Misi kita sendiri adalah bagaimana memuaskan keinginan daging, keinginan mata dan hidup terpandang, sama dengan keangkuhan (1Yoh. 2:15-17; Yak. 4:3). Apakah Tuhan dapat kita perintah untuk kepentingan kita sendiri, seolah-olah kita menjadi majikan-Nya? Memang kita tidak pernah merasa ingin menjadi majikan Tuhan, tetapi hidup dalam misi kita sendiri, sama saja dengan menjadikan diri kita majikan Tuhan. Dan ternyata ini terjadi pada sebagian besar manusia, bahkan orang Kristen dalam gereja. Mengapa bisa terjadi demikian? Sebab mereka tidak diperlengkapi dengan kebenaran murni Alkitabiah yang dapat membuka pengertian untuk memahami, bagaimana seharusnya hidup sebagai anak-anak tebusan Tuhan.

Ketika kita bertemu dengan Tuhan yang benar, yang menebus kita dari pemilikan kuasa kegelapan, maka kita menjadi milik Tuhan (1Kor. 6:19-20). Kita semestinya tidak lagi mempersoalkan bagaimana menikmati fasilitas berkat Tuhan untuk memenuhi keinginan kita sendiri, tetapi bagaimana agar kita dapat memiliki kehidupan yang membela kepentingan Tuhan demi keuntungan pekerjaan-Nya sehingga dapat memuaskan dan menyenangkan hati-Nya. Bila melakukan hal ini maka terdapat kecenderungan untuk bebas dari perasaan khawatir atau cemas, karena kita akan yakin bahwa Tuhan menyertai kita.

Maka kita tidak perlu lagi belajar berdoa bagaimana mendapatkan berkat Tuhan, seperti yang dapat ditemukan dalam khotbah-khotbah dan literatur-literatur. Pengajaran mengenai doa yang mendatangkan berkat ini pasti didikan atau ajaran yang tidak mendewasakan; pengajaran yang dibuat oleh orang-orang yang belum dewasa, yang tidak mengerti apa artinya hidup untuk mengabdi kepada Tuhan dan membalas kebaikan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Mereka mengharapkan agar Tuhan mengasihi mereka, padahal Tuhan sudah mengasihi mereka.

Kalau Tuhan sudah membuktikan kasih-Nya tanpa batas dengan memberikan diri-Nya sendiri bagi kita, maka yang dipersoalkan bukan lagi kasih-Nya kepada kita, tetapi bagaimaan kasih kita terhadap Tuhan. Janganlah kita masih mempersoalkan bagaimana Tuhan mengasihi kita dan tidak menarik kasih-Nya dari kita, padahal Ia tidak mungkin berhenti mengasihi kita; Ia tidak mungkin menarik kasih-Nya dari kita. Perhatikan, biasanya masalahnya terletak kepada manusia itu sendiri, yaitu ketika seseorang menolak kasih Tuhan.


Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email