Truth 9 Agustus 2009 “Kasih Tiada Batas”

Mind Map Kasih Tiada Batas

Mind Map Kasih Tiada Batas

(Diambil dari Renungan Truth Rehobot Ministry – Dr. Erastus Sabdono) Salah satu penyebab kecemasan atau kekhawatiran yang dialami seorang anak Tuhan adalah ketidakpercayaan terhadap Tuhan, yang mengasihi dirinya dengan kasih tiada batas. Mengapa dikatakan tanpa batas? Sebab kalau Putra-Nya yang tunggal, yaitu kekayaan Bapa yang tiada ternilai tersebut rela diberikan bagi kita, apalah artinya kebutuhan kita yang lain? (Yoh. 3:16; Rm. 8:32) Kalau ada orangtua berani membuat surat wasiat yang berisi pelimpahan warisan bagi anaknya dengan nilai ratusan milyar rupiah, apalah artinya uang receh beberapa ribu rupiah atau mungkin beberapa juta rupiah? Ternyata Bapa di Sorga bukan hanya berkenan memberikan Putra-Nya, tetapi juga akan mewariskan Kerajaan-Nya, baik bagi Yesus maupun bagi kita. Kita akan mewarisi kemuliaan bersama dengan Tuhan didalam kerajaan-Nya (Rm. 8:17). Hal ini harus ditanamkan didalam sanubari kita dengan kasih tiada batas. Segala sesuatu yang diusahakan-Nya semata-mata untuk kebaikan anak-anak yang dikasihi-Nya. Sebenarnya Tuhan tidak mempunyai kepentingan apa-apa dengan kita. Tetapi karena kasih-Nya, Ia berkenan berurusan dengan kita dan melakukan segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Dalam hal ini, tidak ada alasan untuk meragukan kasih dan pembelaan Tuhan bagi kita.

Sepintas, hal ini nampak sederhana; tetapi sebenarnya tidak demikian. Mengapa? Pada kenyataannya banyak orang Kristen yang tidak mempercayai fakta ini. Dalam pikirannya masih terdapat prasangka terhadap Tuhan, seolah-olah Ia kurang peduli terhadap segala kebutuhan dan masalah hidupnya. Ciri-ciri orang yang tidak mempercayai kasih Tuhan yang tiada batas tersebut antara lain, dalam berdoa selalu berusaha mendesak Tuhan untuk menjawab doanya. Misalnya ketika berdoa dengan kalimat seperti ini, “Ya Tuhan, tolonglah aku, berkatilah usahaku supaya jangan sampai aku bangkrut. Kasihanilah aku, ya Tuhan”. Doa seperti ini mengesankan bahwa Tuhan harus dibujuk dan harus didesak untuk memberkati umat-Nya, padahal apakah betul demikian? (Yes. 40:13-14).

Kalau orang yang tidak ber-Tuhan saja bila bekerja dengan rajin diberkati Tuhan, apalagi anak-anak Tuhan (Ams. 10:4-5). Pasti Tuhan akan memberkati kita, asal kita bertanggung jawab. Sebenarnya kalau kita sudah memenuhi bagian kita yaitu bekerja rajin, hemat dan menjaga kesehatan dengan bijaksana, maka Tuhan akan menopang kita. Kalau Tuhan menopang, bukan berarti setiap permintan akan dikabulkan dan semua yang kita anggap kebutuhan akan terpenuhi. Ditopang artinya kehidupan kita akan tetap dijagai-Nya untuk menjadi berkat bagi banyak orang.


Leave a Reply

*

March 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email