Truth 9 Juli 2009 “Pengabdian Tanpa Pamrih”

Mind Map Pengabdian Tanpa Pamrih

Mind Map Pengabdian Tanpa Pamrih

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. (Ayb 23:10)

(Diambil dari Renungan Truth – Rehobot Ministry) Kalau membaca kisah Ayub, umumnya kita mengagumi kehebatan pribadinya, yaitu ketabahan dan kesabarannya menghadapi pencobaan yang begitu berat. Tentu kita dapat memetik pelajaran dan hikmah dari kehidupan tokoh yang luar biasa ini. Tetapi semakin kita dalami pengajaran Tuhan Yesus dan para Rasul yang tertulis dalam Perjanjian Baru, semakin kita lihat ketidakmatangan atau kelemahan Ayub. Ayub sendiri juga mengakui ketidakmatangan dan kelemahannya dalam pernyataan diatas. Ini menunjukkan bahwa kualitas kerohanian Ayub sebelum mengalami pencobaan belum berkualitas emas murni. Ia hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran. Ia belum mempercayai perlindungan Tuhan yang sempurna (Ayb. 3:25-26). Sikap yang belum matang ini harus dikikis melalui pencobaan yang dialaminya. Walaupun Ayub dapat dikatakan nomor wahid dalam kesalehan, kejujuran, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan dibanding manusia dizamannya (Ayb. 1:1), tetapi dipandang dari sudut kesempurnaan dan kebenaran batiniah, ia belum matang benar. Ini makin terbukti ketika Ayub selalu mengadakan kurban bakaran bagi anak-anaknya dan menguduskan mereka (Ayb. 1:5). Ternyata Ayub melakukan semua ibadahnya untuk keselamatannya, untuk kepentingannya dan kenyamanannya sendiri. Ibadahnya hanyalah usaha untuk mengatasi kecemasan dan kekhawatirannya. Ini bukan ibadah yang berkualitas tinggi. Karena Ayub berkenan dihadapan Tuhan (walau belum matang benar), maka Tuhan memberi “hadiah”, dalam bentuk meningkatkan kualitas rohani atau kematangannya.

Seharusnya kita mengabdi kepada Tuhan (saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan) bukan supaya diberkati, tetapi karena memang manusia diciptakan hanya untuk mengabdi kepada Tuhan. Jadi kita harus mengabdi kepa Tuhan tanpa pamrih. Seandainya kita sudah mengabdi kepada Tuhan, tetapi Ia tidak memberkati kita, bahkan tidak membawa kita ke Surga, ya terserah kepada kehendak-Nya, karena Ialah pemilik hidup kita yang berkuasa penuh atas hidup kita. Namun syukurlah, Tuhan kita sangat baik, sehingga Ia pasti memberkati dan menempatkan kita di Kerajaan-Nya. Tetapi harus diingat bahwa kita mengabdi kepada Tuhan bukan karena berkat-Nya atau Surga-Nya, sebab memang kita telah diberkati dan akan selalu hidup dalam berkat-Nya, serta Surga adalah rumah kita.


One Response to “Truth 9 Juli 2009 “Pengabdian Tanpa Pamrih””

  • Peters M. Sofyan:

    Untuk mencapai kesadaran ada 2 cara : pertama, melalui pencobaan (penderitaan, spt Ayub), kedua melalui pemebelajaran dari pengetahuan dan pengalaman….Kadang ada manusia yg tdk bisa sadar2 kalau tidak diberikan ‘shock teraphy’. Tp banyak juga orang sadar melalui perenungan/kontemplasi…..

Leave a Reply

*

January 2017
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Mind Map Sebelumnya
Langganan dg Email